Hal yang dilakukan sebelum merancang kontruksi sebuah bangunan adalah mempersiapkan bahan bangunan yang diperlukan. Tidak hanya bahan alami yang digunakan dalam kontruksi pembangunan, tetapi bahan yang juga berasal dari pabrik.

Bahan bangunan alami ini sedikit mendapatkan campur tangan pabrik, seperti kayu dan kaca. Sedangkan bahan dari pabrik kebanyakan diolah terlebih dahulu seperti pipa dan semen. Masing-masing bahan ini memiliki fungsi.

Ada baiknya sebelum merencanakan pembangunan, ketahui terlebih dahulu tipe-tipe bahan bangunan. Selain menambah wawasan, juga mengetahui bahan apa saja yang cocok digunakan untuk pembangunan.

• Batu Bata

Tentu banyak orang sudah tahu fungsi batu bata sebagai bahan penyusun dinding. Batu bata sendiri terbuat dari tanah liat yang dibakar hingga berwarna kemerah-merahan yang khas, atau biasa disebut merah bata. Batu bata ini memiliki jenis yang bervarian.

Seiring perkembangan teknologi, penggunaan batu bata untuk penyusun dinding mulai menurun. Popularitasnya mulai tergantikan oleh gypsum dan bambu yang relatif memiliki harga lebih murah dibandingkan batu bata. Meski begitu, batu bata tetap menjadi bahan bangunan yang umum digunakan karena kekuatannya.

• Semen

Bahan bangunan paling penting adalah semen. Tanpa semen, bahan bangunan lainnya seperti batu bata, keramik, dan batako tidak bisa menyatu sama lain. Semen juga termasuk bahan bangunan paling vital dalam pembuatan pondasi yang kokoh.

Umumnya, semen terdiri dari empat unsur pokok seperti batu kapur sebagai komponen utama, tanah liat yang mengandung SiO2, Al2O3, dan Fe2O3, batu silica yang ditambahkan apabila tanah liat terdiri dari sedikit SiO2, dan pasir besi yang ditambahkan jika tanah liat mengandung sedikit Fe2O3.

• Pasir

Pasir juga disebut dengan agregat halus karena butirannya yang berukuran kecil, yaitu maksimal 2ml saja. Jenis pasir juga sangat beragam, terutama di Indonesia ada banyak pasir yang dipakai dalam berbagai kebutuhan termasuk bahan bangunan.

Material bangunan pasir berfungsi untuk campuran semen. Pasir yang baik biasanya memiliki bentuk butiran yang tajam karena lebih kuat untuk campuran perekat bata atau pondasi. Hindari memilih pasir dengan kandungan lumpur lebih dari 5%.

• Kayu

Kayu menjadi material bangunan yang paling umum digunakan. Berasal dari pohon atau tumbuhan berserat, kayu ini sangat populer sebagai kerangka rumah. Bahan bangunan kayu ini memiliki berat yang bisa disesuaikan, tetap kuat dan semakin kokoh ketika dipadatkan dengan cara vertikal.

Pada umumnya, kayu ini biasa digunakan untuk menopang bagian atap rumah. Jika zaman dahulu kayu sebagai bahan bangunan digunakan dalam bentuk gelondongan atau pohon-pohon hanya dipotong begitu saja dengan ukuran yang dibutuhkan, lalu setelah ditemukan mesin pemotong saat ini kayu semakin berkembang dan dibentuk dalam berbagai dimensi dan bentuk.

• Metal

Menjadi salah satu bahan bangunan paling kuat, metal biasa digunakan sebagai kerangka kontruksi bangunan-bangunan besar. Ada beragam jenis metal yang biasa digunakan sebagai bahan bangunan seperti baja.

Baja adalah bahan bangunan yang kuat, fleksibel, serta tahan lama. Namun, kekurangan dari bahan ini adalah mudah berkarat. Campuran aluminium dan timah memiliki kepadatan yang rendah tetapi lebih baik dalam mencegah karat dibanding baja.

• Pipa

Meski tidak termasuk dalam bahan bangunan yang berfungsi sebagai pembentukan atap, dinding, ataupun pondasi, pipa tetap memiliki peranan penting dalam sebuah konstruksi. Pipa ini biasa digunakan untuk menghubungkan saluran air dan saluran pembuangan.

Terbuat dari bahan yang memiliki ketahanan kuat terhadap suhu rendah maupun tinggi, pipa bisa digunakan untuk mengalirkan air dengan cukup baik. Pipa sendiri terbuat dari bahan ringan seperti carbon steel, carbon moly, ferro nikel, stainless steel, dan PVC.

• Triplek dan Paku

Material triplek biasa digunakan sebagai penutup bagian langit-langit atau biasa disebut plafon. Dengan begini langit-langit akan terlihat lebih rapi, kabel-kabel yang berantakan dan kerangka atap tidak akan terlihat.

Lalu apa arti penggunaan kayu dan triplek tanpa adanya paku. Paku berfungsi untuk menyatukan kayu dan triplek sehingga bangunan rumah menjadi lebih kuat. Paku juga sering digunakan dengan tali sebagai alat pemandu pemasangan keramik.

• Kaca

Kaca menjadi bahan bangunan yang bisa digunakan sebagai jendela. Material bening ini memang sudah digunakan sebagai pelapis pada ventilasi rumah sejak pertama ditemukan. Kaca ini juga sangat penting digunakan sebagai media sumber cahaya dari luar namun tetap melindungi bagian dalam rumah.

Secara umum, kaca terbuat dari campuran pasir dan silica sehingga sangat rapuh dan mudah pecah. Namun semakin berkembangnya teknologi, kaca juga bisa menjelma menjadi semacam tirai yang mampu menutupi permukaan bangunan dan juga bisa digunakan pada atap untuk mendapatkan pemandangan langit yang cantik, seperti skylight.

Sumber: www.dekoruma.com


Receive our Newsletter

Submit
Send Message